Sabtu, 07 Januari 2012

POHON SUPER, BAOBAB


BAOBAB





Pohon Baobab bukanlah pohon asli Indonesia melainkan dari Benua Afrika. Pohon ini juga tumbuh di negara Yaman, Oman, dan Australia. Pohon ini tumbuh besar sekali batangnya bulat seperti tong dan bercabang di puncak pohon. Tingginya dapat mencapai 40 meter dan diameter batangnya mencapai 15 meter. Baobab paling besar ada di Limpopo, Afrika Selatan dengan tinggi 47 meter dan diamter 15,9 meter. 
Daunnya kecil-kecil sehingga batang dan cabangnya terlihat. Cabang-cabang tersebut mirip akar hingga pohon tersebut seolah tumbuh terbalik dimana akarnya berada diatas pohon ini. 
Universitas Indonesia sebagai salah satu nominasi green campus juga menanam pohon ini di rektoratnya. Pohon ini berasal dari Kebun Raya Purwodadi. Selain itu pohon ini juga tumbuh di Pabrik Gula Rajawali Subangdan kebun raya bogor. Pohon yang tumbuh di bogor tidak berbuah karena suhu bogor yang dingin padahal pohon yang biasa disebut Kiai Tambleg ini hidup di subsahara Afrika yang panas. 
Pohon ini akan berbuah jika tumbuh di lingkungan yang cukup panas. Pohon tersebut berbunga terlebih dahulu dan mekar hanya dalam waktu sehari. Pada saat itu hewan-hewan seperti kelelawar menghisap nektar bunga tersebut sambil membuahi buah tersebut. Rontoknya bunga kebawah menimbulkan bau yang kurang sedap seperti daging busuk. 
Pohon yang terbuahi akan berbentuk tikus menggantung dengan kepala dibawah. Buahnya disebut juga buah super (super fruit) yang mengandung banyak sekali nilai gizi. Tiap 100 mg, buah baobab mengandung vitamin C 150 mg, kalsium 293 mg. Buah ini memiliki pektin 23% yang bisa digunakan sebagai perekat dan pengental. Bijinya juga bisa dimakan setelah dibakar atau digoreng dan mirip dengan biji jambu monyet atau biji mede.

Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/agronomy-agriculture/2245682-pohon-baobab-atau-kiai-tambeg/#ixzz1ilQtzJtq
VIVAnews - Satu lagi buah yang disebut-sebut mengandung antioksidan tinggi, Baobab. Dilansir dari NY Daily News, dengan rasa eksotis tajam, rasanya dideskripsikan merupakan perpaduan jeruk, pir, dan vanili, buah Baobab telah dikonsumsi selama bertahun-tahun di Afrika.

Menurut National Geographic, buah dari tumbuhan yang dijuluki 
'Vitamin Tree' ini, mengandung vitamin C enam kali lebih banyak dibandingkan jeruk. Bukan hanya itu, kandungan kalsiumnya dua kali lebih banyak dari susu dan mengandung zat besi tinggi, yaitu kalium dan magnesium.

Buah eksotis ini memiliki indeks glikemik rendah dengan serat yang lebih tinggi dibandingkan apel, persik, aprikot dan pisang. Kandungan antioksidannya juga empat kali lebih banyak dibandingkan cherry kering, blueberry dan cranberry.

Baobab saat ini tengah dipamerkan dalam acara 
Natural Products Expo East di  Baltimore, Maryland, Amerika Serikat. Ketika ditempatkan dalam batok kelapa, buah ini mengalami pengeringan alami, tanpa proses pemanasan atau dibekukan.

Dari Baobab ini, dibuat permen kenyal dengan empat rasa yaitu mangga, raspberry, strawberry dan mixed berry. Permen ini merupakan campuran dari pektin jeruk, bubuk Baobab dan pure buah, tanpa gula tambahan.

Kandungan gula alami Baobab yang sudah dikeringkan dan berbentuk dadu diklaim 45 persen lebih rendah dibandingkan cherry kering, dan 60 persen lebih rendah dibandingkan cranberry kering.

Lalu, Baobab dalam bentuk bubuk, menurut Stephan Broburg, pemilik Baobab Foods, perusahaan makanan yang berbasis di Washington, kandungan antioksidannya enam kali lebih tinggi dibandingkan cranberry dan blueberry dan dua kali lebih banyak dari goji berry.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar