Minggu, 25 September 2011

Membuat Tabulampot

Membuat TABULAMPOT, bisa dibilang gampang-gampang susah. Semua orang juga bisa membuatnya tapi membuahkannya dan merawatnya tidak semua orang dapat melakukannya. Karena itu angel nurserry menerbitkan cara membuat dan merawat Tanaman Buah dalam Pot ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi semuanya.

Yang perlu diperhatikan dalam membuat TABULAMPOT, yang pertama adalah pemilihan bibitnya. Usahakan tanamannya sesuai dengan iklim dan daerah setempat.   Jangan sampai tanaman dataran tinggi ditanam di dataran rendah. Bibit yang hendak ditanam,walaupun kecil tapi usahakan yang telah cukup umur sehingga tidak menunggu lama untuk membuahkannya, apalagi harus menunggu sampai tahunan, wah malah tidak semangat lagi membuatnya. Angel Nurserry sengaja menyediakan tanaman yang cukup umur untuk dibuahkan, misalnya lengkeng, walaupun baru setinggi 80-100cm tapi sudah bisa berbunga/berbuah karena sudah 2 tahun umurnya.

Yang kedua pilihlah tanaman yang bagus dan mudah berbuah di dalam pot, lebih bagus lagi tanaman yang tidak mengenal musim sehingga bisa berbuah terus sepanjang tahun. Berikut ini kami berikan referensi tanamannya:
1. Aneka macam jeruk; jeruk nagami, kintan, kip, keprok
2. Jambu Jamaika
3. Jambu Air
4. Jambu Biji
5. Lengkeng
6. Mangga ; Okyong dan Chokanan
7. Srikaya
8. Delima
9. Apel putsa
10.Belimbing
11.Rambutan (musiman)
12.Strawberry
13.Rasopberry
14.Mulberry
15.Strawberry guava dan cerry Guava
16.Beach Cerry
17.Jaboticaba
18.Miracle
19.Sawo
20.Kedondong Bangkok
21.Tin
22.Nangkadak, nangka mini
23.Buah Naga
Dan banyak lagi tanaman lainnya.
Kecuali rambutan, semua tanaman itu dapat berbuah tanpa musim. Bagaimana kalau durian? Durian tidak dapat berbuah dalam pot! Jambu Jamaika agak sulit dibuahkan bila ditanam di tanah, jadi lebih mudah bila ditanam dalam pot.
Yang ketiga, pemilihan pot. Sesuaikan besar tanaman dengan ukuran pot. Minimal tanaman kecil seperti jeruk dan apel putsa sudah harus ditanam di pot 40, lengkeng, mangga, rambutan yang tinggi 150cm up harus ditanam dalam pot 60, 70, 80 atau dalam drum.

Yang keempat, media tanam, ini sangat penting. Media tanamnya diusahakan harus gembur sehingga mudah diganti dan saat penyiraman air mudah terserap akar dan pupuk pun dapat mudah mengenai akar tanaman. Jadi gunakanlah pupuk kandang, sekam dan sedikit tanah. Bisa 1:1:1, atau pupuk kandangnya dinaikan jadi 2:1:1. Setidaknya setahun sekali paling lambat media tanam harus diganti sebagian dengan penambahan pupuk kandang. Di beri pupuk NPK, setidaknya 1-3 bulan sekali,minimal 1 sendok makan di sekeliling tanaman. Lebih bagus lagi gunakan pupuk organik atau hayati supaya hasil bisa maksimal dan media tanam tidak mengeras.

Yang kelima, pangkas tanaman supaya indah tajuknya sehingga pada saat berbuah indah dilihat. Jangan biarkan tanaman menjadi terlalu tinggi, karena semakin tinggi tanaman akan semakin sulit merawatnya, mungkin juga akan menjadi tidak cocok lagi bila ditanam dalam pot.

Yang keenam, siram setiap hari, bila sedang berbunga atau berbuah pada musim kemarau,penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari supaya bunga dan buah tidak rontok.



Yang ketujuh, jangan serakah! Sesuaikan jumlah buah yang hendak dibesarkan dengan besar tanaman. Jadi jangan sayang memangkas bunga atau membuang buah yang ada, pilih saja buah yang bagus dan beberapa saja pada tangkainya. Kalau tidak, bisa-bisa buahnya akan kecil-kecil atau bahkan malah rontok semua karena kekurangan zat makanannya. Maklum terbatas dalam pot. Untuk lengkeng dan rambutan bisa dibiarkan saja tanpa harus dibuang buahnya sebagian. Tapi untuk yang berbuah besar seperti manggga, buah naga, belimbing, anda harus melakukannya.

Selamat mencoba.
(Konsultasi gratis via sms dan email di angel nurserry)

Rabu, 21 September 2011

JABOTICABA, Buah Unik Kaya Manfaat

Jaboticaba adalah tanaman unik yang sampai hari ini nilai jual pohon dan buahnya masih tergolong tinggi. Padahal pohon jaboticaba atau disebut juga dengan nama anggur Brasil ini sudah lama ada di Indonesia dan sudah banyak yang membudidayakannya. Namun karena hampir semuanya dibudidayakan melaui biji dan pertumbuhan pohonnya yang lambat membuat harga bibit pohon jaboticaba masih relatif tinggi. Bahkan kami memprediksi, tahun-tahun ke depan ketika tanaman sudah banyak terserap kolektor, untuk tanaman yang siap dibuahkan atau pernah berbuah di petani akan sulit. Tentu saja hal ini akan memicu kenaikan harga tanaman jaboticaba yang mulai berbuah atau belajar berbuah berukuran 150cm.
Untuk bibit jaboticaba ukuran kecil dengan umur tanaman satu sampai tiga tahun, mungkin malah semakin banyak dijumpai, tapi tanaman yang berumur lima tahun ke atas yang telah berbuah akan sulit dijumpai karena telah terserap pasar, dibeli para kolektor sebelumnya. Memang tanaman yang berukuran 2 meter sampai 4 meter masih juga ditemui diantara para petani, tapi harganya yang puluhan juta membuat para kolektor pemula keberatan mengeluarkan uangnya. Mungkin tanaman ukuran 150cm yang telah berbuah harganya akan naik pada 2 atau 3 tahun mendatang.

Lambatnya pertumbuhan bibit pohon jaboticaba tentu yang menjadi penyebab utamanya, apalagi tumbuhan ini masih ditanam dari biji. Beberapa pekebun memang sudah mulai membudidayakannya melalui stek dan cangkok, tapi jumlahnya masih sedikit sekali bila dibandingkan dengan tanaman dari biji. Belum lagi tingkat keberhasilannya yang masih minim. Tanaman dari biji umur setahun sudah mencapai 20 cm lebih, tapi bila distek, lima bulanpun belum tentu berakar. Bahkan ketika dicangkok, delapan bulan baru bisa mengeluarkan akar, sama halnya dengan mencangkok pohon sawo, setidaknya demikianlah yang telah dilakukan beberapa pekebun.
Kalau boleh dibilang sebenarnya pohon anggur Brasil ini bisa berbuah setelah 3 atau 4 tahun di negara asalnya. Atau percaya atau tidak, kami pernah menjumpai pohon berukuran 100 cm dengan batang sebesar ibu jari berumur 2 tahunan lebih sudah berbuah. Padahal menurut anggapan banyak orang, katanya, pohon ini baru bisa berbuah setelah tinggi tanaman 150cm dengan banyak batang dan batang poko sebesar lengan orang dewasa. Bisa dibayangkan bahwa tanaman seperti itu umurnya sudah mencapai di atas lima tahunan.
Akhirnya banyak orang malas memelihara tanaman kecil karena menunggunya lama bahkan sampai belasan tahun katanya.
Tapi sadar atau tidak, sebenarnya menanam pohon Jaboticaba adalah berinvestasi. Ukuran tanaman 100cm, bila dirawat dengan baik setahun harganya akan menjadi 2 atau tiga kali lipat, apalagi sampai bisa membuahkannya setelah 2 tahun kemudian, harganya akan melonjak tinggi. Padahal jaboticaba adalah tanaman yang paling mudah dirawat. Bisa ditanam dalam polibag, pot, drum atau pun tanah sekalipun. bahkan tanpa perawatan yang intensif pohon ini tidak akan mati.
Belum lagi harga buahnya yang mahal antara 100.000 sampai 150.000 per kilonya.
Tanaman ini tetap menjadi tanaman yang memiliki prospek yang cerah di masa depan.

Dengan rasa buahnya yang unik, kita bisa menikamati 7 rasa pada buahnya setelah matang pada hari yang berbeda selama 9 hari. Kaya antioksidan sehingga termasuk buah yang dikategorikan sebagai anti cancer. Belum lagi manfaat kulit buahnya yang bisa dijadikan sebagai anti asma dan batuk berdarah. Bahkan buahnya yang seperti anggur tak kalah nikmatnya bila dijadikan wine. Sehingga Jaboticaba termasuk kedalam buah-buahan yang kaya manfaat dan menyehatkan bagi orang yang mengkonsumsinya.

Sayang, buahnya belum banyak di pasaran karena belum ada yang mengebunkan dengan serius pada kapasitas besar. Padahal tanaman ini berbuah sepanjang tahun, setidaknya bisa 3 sampai 4 kali panen dalam setahun. Bahkan kami sempat menemuka pohon Jaboticaba yang tidak berhenti berbuah, artinya sebelum buahnya matang semua, bunganya sudah muncul lagi dan seterusnya. Jadi bagaimanapun juga tanaman ini tetap berpotensi besar untuk dikebunkan. Bisa jadi anggur Brasil ini akan mengalahkan populeritas anggur merah atau anggur hijau. Bahkan bila ditilik dari kandungan buahnya, jaboticaba berpotensi sebagai tanaman buah herbal juga.
Dengan potensi yang sedemikian besar agaknya kita perlu melirik tanaman ini sehingga tidak akan pernah lagi dijadikan tanaman hias, tanaman langka ataupun tanaman
koleksi belaka. Bukan hanya memperbanyak tanamannya yang memiliki nilai ekonomis tinggi, membuahkan pohon anggur Brasil ini juga memiliki prospek yang cerah bila dibandingkan dengan tanaman musiman seperti durian, mangga ataupun rambutan. Bibit Jaboticaba masih terus terserap pasar berapapun banyaknya, ke depannya buahnya akan dapat kita nikmati sebagai wine, buah herbal atau sebagai buah segar yang dijual di swalayan.
Siapa mau mencoba?

Minggu, 18 September 2011

MEMBUAHKAN TANAMAN DILUAR MUSIM





Rahasia memunculkan buah-buahan di luar musimnya hanya diketahui oleh sedikit orang. Padahal sangat banyak orang yang sangat ingin mengetahui teknologi ini, termasuk Anda. Dari sedikit orang yang tahu rahasia tersebut, hanya sebagian kecil yang mengerti persis teknologi ini dan menerapkan­nya dengan tepat. Banyak kejadian setelah pohon berhasil dibuahkan dengan lebat, tapi kemudian pertumbuhannya merana bahkan mati. Rahasia ini akan bagikan agar pohon buah dan pekebun yang menjadi “korban” dapat dikurangi. Berikut ini “rahasia” tersebut dipaparkan.
Teknologi memunculkan buah di luar musim, disebut teknologi off-season. Tujuan teknologi ini ada dua yaitu, pertama adalah murni motif ekonomi yang ditujukan untuk menaikkan harga komoditas buah-buahan jauh lebih tinggi dibandingkan ketika dalam mu­simnya -on season. Tujuan kedua lebih idealis, pada aplikasi kebijakan peme­nuhan pangan buah-buahan masyarakat agar tersedia sepanjang tahun. Komoditas buah-buahan yang sudah teruji berhasil dalam penerapan teknologi off-season adalah: lengkeng, durian, mangga, apel, jeruk dan jambu air.
Tujuan aplikasi teknologi off-season pertama -motif ekonomi­- dilakukan ber­kaitan dengan erat dengan karakteris­tik produk komoditas agobisnis yang berbeda dengan komoditas lainnya. Produk agro­bisnis mudah sekali rusak, mempunyai bio-massa besar, memerlukan tempat luas untuk gudang dan transpor, hasil pro­duknya beragam/multi grade (Gumbira, 2001). Dimana jika sedang panen raya -on-season, buah-buah seperti tidak ada harganya, terjual dengan harga sangat murah. Sedang jika tidak sedang musim, buah dengan kualitas dan kuantitas yang sama dijual dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal. Contoh konkretnya ada pada komoditas mangga, jeruk dan durian
Fenomena menarik yang berhu­bungan dengan Penjaminan Mutu Pangan (Food Safety), terjadi dalam bisnis buah-buahan, contohnya pada saat tidak musim Jeruk Lokam atau Ponkam dengan  mutu yang sangat buruk (off-grade) tetap habis diserbu pembeli. Dengan buah bisa dibu­ahkan sepanjang musim, maka keterse­diaan buah akan merata sepanjang tahun dengan jumlah yang cukup. Sehingga konsumen tetap memperoleh buah ber­mutu baik dengan harga wajar.
Bagi orang yang sudah mengetahui teknologi off-season, hal ini merupakan peluang bisnis yang sangat menarik. Namun seringkali untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya teknologi ini tidak diterapkan dengan bijak, apalagi jika yang menerapkan adalah klan peda­gang -pengijon, tengkulak dan pem­borong. Satu contoh penerapan teknologi yang tidak bijak banyak terjadi pada perkebunan mangga rakyat di Rembang, Ngawi, Situbondo, Probolinggo dan Pasuruan. Dimana jauh sebelum musim mangga mulai para pengijon sudah mendatangi petani/pekebun mangga, mereka mengontrak -mengijon mangga lebih tinggi dari harga pasaran biasa, petani senang bukan kepalang, keun­tungan besar dalam benaknya.
Kemudian setelah deal, para peng­ijon mengaplikasikan zat pengatur tumbuh (ZPT), yang menghentikan fase vegetatif dan memunculkan fase generatif bunga dan buah. Biasanya dengan aplikasi ZPT buah mangga akan berbuah maju dua  bulan sebelum musimnya dan berbuah amat sangat lebat. Pengijon untung besar, karena selain harga mangga berlipat-lipat, kuantitas produksi mangga juga berlipat-lipat. Petani berpandangan bahwa Peng­ijon sedang beruntung -tiba beja, bahasa Jawanya- karena anugrah alam. Petani baru sadar ketika sehabis panen pohon-pohon mangganya tidak segera pulih dengan tumbuh pupus dan tunas baru. Pohon mangganya semakin hari semakin merana, daunnya banyak yang mengering, gugur atau mengeriting, dahan ranting mengkerut dan mudah patah (getas), daya tahan tanaman lemah (mudah terserang hama dan penyakit), dan tak jarang panen tersebut menjadi adalah panen terakhir karena pohon tersebut akhirnya mati.
Berbagai Teknologi Off-season.
Sebenarnya pada jaman mbah-mbah kita dulu teknologi off-season ini sudah diterapkan, antara lain tapi dengan cara mekanis antara lain dengan cara:
1.      Kerat : Mengerat pembuluh floem (kulit pohon) melingkar sepanjang ling­karan pohon sampai kelihatan pembuluh xylem(kayu pohon).
2.      Pruning : Memangkas daun, cabang dan ranting, hingga pohon gundul atau tersisa sedikit daun.
3.      Pelukaan : Melukai pembuluh floem dengan benda tajam. Bentuknya bisa dengan mengerok, mencacah, mema­ku atau mengiris kulit kayu.
4.      Pengikatan : Mengikat erat pohon de­ngan kawat hingga transpor hasil foto­­sintesa pembuluh floem terhambat.
5.      Stressing air : Tidak menyiram ta­naman hingga mencapai titik layu permanen, kemudian dengan tiba-tiba melakukan penggenangan per­akaran dan pangkal batang hingga jenuh air dalam waktu tertentu.
Kelima teknologi off-season konven­sional ini, pada prinsipnya adalah meru­bah perbandingan unsur carbon (C) dan nitrogen (N) -C/N ratio- dalam tubuh tanaman. Cara konvensional ini mem­punyai kelemahan yaitu tak terukur. Kalau aplikasinya kebetulan pas, ya berhasil tapi kalau tidak pas ya ga­gal. Dalam ber­budidaya cara konvensional ter­sebut tidak dire­komen­­­dasikan, karena selain tidak bisa mem­berikan kepastian, juga dapat meng­akibatkan kerusakan pohon se­ca­ra fisik dan fisiologis.
(Baca artikel ter­kait: Bagaimana C/N rasio Menen­tu­kan Pembungaan)
Cara terkini yang terukur dan paling ba­nyak dipilih adalah dengan menggu­nakan agro-chemical, beru­pa bahan aktif zat pe­ngatur tumbuh (ZPT). Pada prinsip­nya tek­nologi agro-chemical ini merubah fisiologis tanaman dengan cara meng­hambat fase pertum­buhan vegetatif de­ngan peran hormon atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generatif -bunga dan buah (Unggul Su­roso, 2008).
Tanaman yang ingin dibuahkan di luar musim harus memenuhi tiga prasyarat penting, yaitu :
1. Tanaman sehat, dengan ditandai percabangan merata, daun berwarna hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit
2. Tanaman sudah cukup umur atau sudah pernah berbunga. Pem­bu­ngaan di bawah umur dapat meng­akibatkan terganggunya pertum­buhan vegetatif tanaman yang meng­akibatkan postur tanaman menjadi kerdil dan tidak sehat.
3. Lebih utama tanaman tidak dalam fase akselerasi pertumbuhan vege­tatif dalam bahasa Jawa disebut mepet (huruf vokal e dibaca seperti pada kata: pedang). Ditandai dengan tidak adanya: pertumbuhan tunas tanaman dan daun baru (pupus).
Pengaplikasian ZPT
Pada dasarnya, setiap sub-familia tanam­­an mempunyai ZPT yang berbeda-beda, walaupun ada ZPT yang bisa memberikan pengaruh pembungaan yang signifikan pada beberapa jenis tanaman. ZPT yang dipergunakan untuk memun­culkan bunga di luar musim antara lain adalah: NAA, Auxin, Gibberelin, Pak­lo­butrazol dan Po­tasium Klorat (KClO3).
Natrium NAA (Naphthyl Acetic Acid/Asam Naftali Asetat), adalah jens ZPT yang mempunyai kegunaan men­dorong pembungaan serem­pak pada tanaman. Dengan konsentrasi 5-10 ppm disem­prot­kan ke seluruh bagian tanaman terutama stomata daun terbukti dapat memunculkan bunga.
Auxin secara khusus jarang diper­dagangkan dengan merk dagang tertentu, karena harganya per miligramnya yang sangat mahal. Tergolong dalam bahan laboratorium yang bisa didapatkan di toko bahan kimia. Auxin digunakan dalam dosis kecil, part per million (ppm), berfungsi untuk merangsang perpanjangan sel, pembentukan bunga dan buah, per­tumbuhan akar pada stek batang, mem­perpanjang titik tumbuh serta mencegah gugur daun dan buah.
Gibberelin sebelumnya juga terma­suk bahan laboratorium yang mahal dan dipergunkan dalam dosis kecil seperti auxin, tapi kini sudah banyak di jual di pasaran da­lam bentuk suspensi, dengan merk antara lain: ProGibb dan Super Gib. Apabila meng­inginkanGibberelin murni bisa diperoleh di toko bahan kimia dengan kode GA3 atau GA6. Gibberelin berfungsi membuat tanaman berbunga sebelum waktu­nya, membuat tanaman buah besar-besar tanpa biji, membuat tanaman jadi rak­sasa, mem­percepat tumbuhnya biji dan tunas dan merangsang aktivitas kambium. Baik auxin maupun gibberelin lebih cocok diper­gunakan untuk tanaman semusim seperti cabe, melon, semangka dan labu.
Paklobutrazol di pasaran memiliki nama dagang diantaranya Patrol, Cultar, Goldstar. ZPT ini berfungsi menghentikan fase vegetatif dan memacu fase generatif. Penggunaan secara berlebihan dapat mengakibatkan, batang dan dahan getas, daun menge­riting dan pertumbuhan vegetatif dapat terhenti (stagnan) hingga kurun waktu 3 tahun. Terbukti efektif dipergunakan pada tanaman keras seperti mangga, apel, jambu air, jeruk dan durian.
Potasium Klorat (KClO3). Bahan kimia yang masih saudara dekat dengan bahan peledak yang dipakai Amrozi cs. dalam bom Bali ini, pada dosis tertentu telah terbukti dapat memunculkan bunga. Keberhasilan percobaan pembungaan yang dilakukan di Thailand, kini telah dipergunakan secara masal untuk komo­ditas lengkeng (Dimo­carpus longan) dan leci (Litchi chinensis).
Selain ZPT-ZPT tersebut di atas, ada juga produk untuk memunculkan buah off-season yang disajikan secara terpadu. Komposisi tidak hanya mengandung ZPT tetapi juga asam amino, unsur makro NPK dengan perbandingan tertentu dan mikro (Mg, Mn, B, Zn) yang dibutuhkan tanaman pada saat pembungaan dan pengisian buah. Ini dilakukan untuk memastikan pada saat tanaman dibuahkan di luar musim tidak akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan. Merk dagang di pasaran ada berbagai macam seperti, untuk mem­buahkan lengkeng ada Formula Narin yang berasal dari Thailand atau Farmpion Booster dan Champion buatan Malaysia, yang bisa didapatkan di toko-toko per­tanian seperti: Hortimart AgroCenter Bawen-Semarang dan Trubus-Ungaran.
Syarat Pasca Aplikasi.
Pasca aplikasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu: Tanaman harus tercukupi air, Pemupukan bunga-buah yang tepat (waktu, komposisi & dosis)Sanitasi lingkungan dan Pengendalian hama dan penyakit. Sebenarnya pem­buahan di luar musim adalah pekerjaan berat bagi tanaman, sebab metabolisme dalam tubuh tanaman akan berubah -dari vegetatif ke generatif- dan berjalan dengan cepat. Hal itu yang menjadikan syarat agar air, nutrisi, sanitasi dan kesehatan tanaman harus terpenuhi.
Air diperlukan untuk tranpor nutrisi (hara) dari akar hingga proses fotosistesis yang berlangsung lebih cepat dengan kuantitas lebih banyak dari biasanya, mengingat hasil fotosintesis berupa pati dan fruktosa diproduksi dalam jumlah besar untuk pengisian buah. Pupuk kompos dan pupuk anorganik dengan komposisi Nitrogen rendah dan Fosfor-Kalium tinggi (misal NPK 10-30-30) diper­lukan untuk mendukung pem­ben­tukan bunga-buah. Pupuk kompos se­baiknya diberikan dua bulan sebe­lum aplikasi dilakukan de­ngan jumlah -untuk ta­naman umur 3 tahun- minimal 20 kg. Sedang pupuk anorganik diberikan dua kali lebih banyak daripada saat tanaman tidak berproduksi, untuk tanaman umur 3 tahun diberikan NPK nitrat 40 gr tiap 30 hari x 5 kali aplikasi, dengan cara diko­corkan dengan 5 liter air diantara pangkal batang dan batas tajuk terluar.
Berikutnya sanitasi dilakukan de­ngan cara membersihkan gulma total yang berada di bawah tajuk tanaman, sedang gulma/rumput di luar tajuk cukup dibabat 2-3 cm agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Hama yang dapat menggagalkan pembentukan bunga-buah adalah kutu putih yang hidup sebagai parasit pada pupus dan daun muda, ulat hijau kecil penggerek pupus dan lalat buah yang bertelur pada bakal buah. Untuk kutu putih dan ulat hijau dapat dibasmi dengan insektisida dengan perekat, sedangkan untuk lalat buah dijebak dengan perang­kap/lem berbahan aktif metil eugenol, merk di lapangan adalah Petrogenol, ATP, Laila dan Cherry Glue. Sebab apabila lalat buah tidak segera ditangkap, ia akan merontokkan buah, bertelur pada bakal buah dan larvanya akan kita temui di dalam buah yang sudah matang.
Sebenarnya pemenuhan syarat pasca aplikasi inilah yang paling penting berhu­bungan dengan kelangsungan hidup dan kesehatan tanaman. Terapkan tek­nologi ini dengan bijaksana agar tanaman Anda berbuah lebat dan pohon tetap sehat. (*)
Pratomo,SP*) Penulis adalah Sekretaris Ekse­kutif Yayasan Obor Tani dan Mahasiswa Program Magister Teknologi Pangan Unika Soegijapranata Semarang

Selasa, 13 September 2011

Menanam Apel di Pekarangan


Banyak apel yang bisa kita nikmati baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Sayangnya apel-apel unggulan yang renyah rasanya masih diproduksi dari luar negeri. Kita cuma punya apel unggulan seperti apel manalagi dan apel malang.

Padahal di Asia ada sejenis apel yang rasanya tak kalah dengan apel-apel Amerika dan Eropa atau Jepang. Nama apel itu adalah Putsa.


Ini adalah apel putsa, rasanya manis walau masih mentah. Beberapa jenis bisa dikeringkan seperti kurma dan dijadikan manisan, karena rasanya manis seperti madu bila dikeringkan.
Bedanya apel dengan apel putsa adalah, putsa memiliki biji sebesar biji ketapang di dalam buahnya, tanamannya ketika kecil berbentuk perdu tapi bila besar seperti pohon umumnya, berbuah tak mengenal musim walau ditanam di dalam pot yang kecil. Buah putsa memang tak sebesar apel merah atau apel malang, tapi ukurannya bisa lebih besar dari tomat apel bila dirawat dengan baik.
Tanaman ini memiliki prospek yang cerah bila dikebunkan dan buahnya bisa menjadi buah unggulan karena rasanya yang enak. Mungkin apel malang dan apel manalagi akan tersingkir dengan kehadiran apel putsa ini kelak.
Di Taiwan ataupun India buahnya sudah banyak di jual tapi di Indonesia masih merupakan tanaman langka dan dijadikan tanaman buah dalam pot dan masih taraf pada tanaman hobi dan koleksi saja. Padahal bila anda menanam satu saja pohon apel putsa ini di rumah, anda akan menikmati makan apel tanpa henti dari pekarangan rumah.

Membuahkan mangga-mangga unggulan

Mangga  adalah tanaman buah tropis yang populer dan banyak peminatnya, di Indonesia saja tanaman mangga sudah banyak di tanam di rumah-rumah. Sebut saja mangga harum manis, mangga Indramayu, mangga golek, mangga situbondo, mangga gedong,mangga manalagi yang merupakan buah mangga asli Indonesia.



Gambar ini adalah mangga gedong gincu, bulatnya seperti mangga gedong, tapi buahnya berwarna merah seperti gincu. Belum banyak yang mengebunkan mangga ini, padahal karena rasanya yang lezat, percaya atau tidak harga mangga ini mencapai 20.000 sampai 25.000 per kilonya,  jauh dibadingkan dengan harum manis, manalagi dan Indramayu yang berkisaran antara 5.000 sampai 7.000 per kilonya. Jadi boleh dibilang kalau mangga gedong gincu adalah mangga termahal asli Indonesia.

Kalau ada buah mangga yang rasanya seperti harum manis dan buahnya besar maka kita akan menemukan mangga yang berasal dari Thailand yaitu mangga Okyong. Selain lebih enak dari harum manis, Okyong juga rajin berbuah sehingga tak kenal musim berbuah, bisa 3x dalam setahun bila dirawat dengan baik. Jadi okyong adalah mangga unggulan yang potensial sebagai produk buah tropis.

Yang kiri ini adalah mangga Okyong, cepat berbuah meski tanaman baru ukuran 125cm dengan umur 2 tahunan. Yang tak kalah dengan Okyong adalah mangga Chokanan, saudaranya yang juga tak mengenal musim berbuah serta buahnya yang besar mencapai ukuran berat 500 gram per buah.
Karena mangga ini adalah mangga unggulan, mulai banyak orang yang menanamnya, lagipula untuk memanen buah mangga ini tak perlu menunggu setahun sekali. Bila diatur dengan baik, kedua mangga ini dapat dipanen setiap bulan. Sungguh merupakan tanaman buah yang memiliki potensi besar untuk di kebunkan di Indonesia karena memang iklimnya sangat cocok.
Sebenarnya ada mangga luar negeri yang mulai masuk Indonesia selain Chokanan dan Okyong, tapi mangga-mangga tersebut masih ditanam para kolektor tanaman sehingga bibitnya masih mahal. Sebut saja seperti magga Irwin dari Australia, mangga-mangga dari China dan Thailand; mangga Yu-Wen, mangga nam dok mai, mangga golden nam dok mai, mangga swa-swa dan lain sebagainya.
Tapi kali ini kami akan memberikan trik dan tip, cara membuahkan mangga.

Pertama, pilihlah tanaman mangga yang sudah cukup umur, 2 tahun dari okulasi atau sambung pucuk. Ukuran batang juga harus diperhatikan, karena ukuran batang menentukan juga umur tanaman. Di Angel Nurserry rata-rata tanaman mangga yang dijual sudah siap berbuah karena sudah cukup umur, batang besar dan ada yang sedang berbunga atau berbuah.

Yang kedua, mangga bisa ditanam di tanah atau pot ukuran 50-70, atau juga drum. Gunakanlah pupuk kandang, sekam dan tanah secara seimbang sehingga medianya gembur atau mudah digemburkan. Pupuk kandang dan kompos penting pada penanaman pertama,apalagi bila kita menggunakan pupuk hayati. Tanpa pupuk organik,penggunakan pupuk hayati tak akan maksimal.

Yang ketiga, jangan gunakan hormon tanaman perangsang buah/bunga berlebihan. Pohon bisa berbuah adalah proses regenerasi, jadi ada waktunya dan sesuai dengan kondisi lingkungan dan pasokan unsur hara yang kita berikan.Tapi kita bisa menggunakan pupuk daun secara seimbang.Untuk berbunga memerlukan kalium dan untuk berbuah memerlukan banyak posfat, mangga juga membutuhkan kalsium, karena itu perlu diberi kapur pertanian atau bahan-bahan lain yang banyak mengandung kalsium. Kalau nitrogen digunakan tanaman untuk pertumbuhan.

Yang ke empat adalah membuat tanaman stress air bila ingin dibuahkan. Caranya biarkan medianya kering sampai satu minggu lalu siram sedikit selama 2-3 hari, lakukan lagi dan beri pupuk NPK sambil terus disiram tiap hari. Maka tanaman akan mengeluarkan tunas baru dan menggugurkan daun tuanya. Ketika tunas baru muncul akan dibarengi dengan keluarnya bunga (berlaku untuk tanaman lain seperti ; lengkeng, jaboticaba, nangka )

Yang kelima, sangat penting! Siram tanaman pada saat berbunga sampai berbuah supaya bunga dan buahnya tidak rontok. Bila masih ada bunga dan buah yang gugur, anda dapat menggunakan pupuk daun dengan kandungan K dan P tinggi serta Fe dan Mg.










Gambar dari kiri ke kanan adalah : mangga Yu Wen, mangga Irwin dan mangga kelapa









Angel Nurserry, email : part.thesun@gmail.com, 
Contact : 089638140473
Consultasi via sms dan email *)



Senin, 12 September 2011

KASIAT DELIMA


  SEJUTA KHASIAT DELIMA
Buahnya bulat hampir sebesar jeruk. Berkulit keras, merah, kecokelatan atau agak ungu. Daging buahnya terdiri dari butiran-butiran merah. Rasanya manis-manis segar. Delima (punica granatum) adalah tanaman buah-buahan yang berasal dari Iran. Namun ia sudah menyebar di daerah Mediterania. Belakangan juga sudah mudah ditemukan di Asia Tenggara dan RRC bagian selatan. Tanaman ini mudah tumbuh di hampir semua iklim, namun menyebar di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl. Walaupun tak terlalu memilih, tapi delima bisa tumbuh subur di tanah gembur kering.
Dikenal tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah dan delima ungu. Namun yang paling dikenal sebagai pangan dan obat adalah delima merah. Sejak dulu, delima memang sudah dimanfaatkan sebagai penganan yang terkadang diolah menjadi minuman segar. Tak jarang pula diolah menjadi obat penyembuh berbagai penyakit.
Konon, seluruh bagian tumbuhan delima ini bisa dimanfaatkan sebagai obat. Mulai dari kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji dan bunganya. Untuk penggunaan kulit akar, biasanya dikeringkan dahulu. Sementara pengolahan kulit buah bisa langsung dipakai segar atau setelah dikeringkan. Khasiat delima ini memang luar biasa banyak. Kulit buah digunakan untuk pengobatan sakit perut karena cacingan, buang air besar mengandung darah dan lendir (disentri), diare kronis, perdarahan seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum, prolaps rektum, radang tenggorok, radang telinga, keputihan (leukorea) dan nyeri lambung.Kulit akar dan kulit kayu digunakan untuk cacingan, terutama cacing pita (taeniasis), batuk, diare. Bunga digunakan untuk penyembuhan radang gusi, perdarahan, bronkhitis.
Nah, daging buahnya bisa juga dimanfaatkan sebagai penurun berat badan, cacingan, sariawan, tenggorokan sakit, suara parau, tekanan darah tinggi , sering kencing, rematik (artritis), perut kembung. Lalu biji-bijinya juga bisa dipakai sebagai obat penurun demam, batuk, keracunan dan cacingan.Berdasarkan penelitian, kulit akarnya yang banyak menyimpan senyawa-senyawa alkaloid, antara lain pelletierin. Senyawa ini berguna untuk pengobatan cacingan. Sementara tumbukan buah atau seduhannya berguna untuk menghentikan mencret atau disentri. Lantas, air rebusan bunganya bisa dijadikan alternatif pereda sakit gigi.
Selain alkaloid, dalam kulit akar, kulit batang dan buah, terkandung zat penyamak. Zat ini berkhasiat untuk mengecilkan pori-pori, antiseptik dan hemostatik yang baik untuk keputihan. Begitupun, olahan buah delima sebagai jus membuktikan khasiat yang lainnya. Jus buah delima dipercaya mampu menangkal penyakit jantung dan meluruhkan penumpukan lemak. Percobaan sudah dilakukan pada tikus-tikus lab. Selain itu, delima mengandung antioksidan yang luar biasa tinggi. Karena itu, ia juga bisa dimanfaatkan untuk menangkis serangan radikal bebas.
Segelas jus buah delima mengandung asam sitrat, asam malat, glukosa, fruktosa, maltosa, vitamin A dan C, mineral (kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, natrium dan kalium) dan tanin. Pemanfaatan lain, karena kandungan alkaloid pelletierine sangat toksik dan menyebabkan kelumpuhan cacing pita, cacing gelang dan cacing kremi. Kulit buah dan kulit kayu juga astringen kuat sehingga digunakan untuk pengobatan diare.Membuat jus delima sangat mudah. Tinggal belah dan ambil bagian biji yang dibungkus daging berselaput. Masukkan daging buah dan biji ini ke dalam juicer atau alat pembuat jus. Setelah itu saring dan jus delima segar siap diminum. Satu buah delima ukuran sedang bisa menghasilkan setengah gelas jus. (berbagai sumber).
Seandainya Anda ingin menyimpan jus untuk pemakaian jangka panjang, bisa disimpan dengan proses tertentu. Caranya, jus dibeklukan dan disimpan dalam wadah kedap udara. Jus bisa disimpan di lemari pendingin dan bisa bertahan sampai beberapa minggu.
(berbagai sumber)evin Global

Oleh
Yeni Kurniawi - Tuesday 28 November 2006 - 10:27:46

MANFAAT JERUK BALI




MANFAAT JERUK BALI
Jeruk bali bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan pektinnya lebih banyak dibandingkan dengan jeruk jenis lain. Pektin inilah yang dipercaya mampu menurunkan kolesterol sekaligus mengurangi risiko sakit jantung.

Hampir semua orang kenal jeruk bali. Rasa dan bentuknya khas.. Kulitnya sering dimanfaatkan anak-anak di pedesaan sebagai bahan baku mobil-mobilan.

Daging buahnya yang segar dan banyak mengandung air, bisa langsung dimakan setelah dikupas atau sebagai campuran salad maupun rujak.

Buahnya yang berwarna putih dapat dijadikan manisan setelah dibuang bagian kulit luarnya yang banyak mengandung kelenjar minyak. Di Vietnam, bunganya yang harum digunakan untuk membuat parfum. Bukan hanya itu, kayunya juga sering dimanfaatkan untuk gagang perkakas alat dapur.

Jeruk bali bermanfaat menurunkan kolesterol dan melawan penyakit jantung. Kenyataan tersebut diungkapkan peneliti asal Israel seperti yang dirilis di berbagai situs kesehatan dunia.

Penelitian tersebut melibatkan 57 orang dengan kadar kolesterol tinggi dan baru menjalani operasi bypass pembuluh darah koroner. Kandungan lemak yang sangat tinggi menyebabkan tubuh pasien kebal terhadap obat-obatan yang biasa dipakai untuk menurunkan kadar kolesterol.

Pasien-pasien tersebut kemudian dibedakan menjadi tiga kelompok.
  • Kelompok pertama diberi hidangan jeruk bali dengan daging buah berwarna merah selama 30 hari berturut-turut.
  • Kelompok kedua diberi jeruk bali warna putih.
  • Kelompok terakhir tidak diberi jeruk bali sama sekali.
Hasilnya, pasien kelompok pertama dan kedua sama-sama mengalami penurunan lemak darah, sedangkan pasien di kelompok terakhir tidak mengalami perubahan apa pun. Diketahui pula bahwa jeruk bali merah diyakini lebih efektif menurunkan kadar lemak, khususnya trigliserida.

Kandungan likopen jeruk bali berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut para peneliti, daging buah segar maupun jusnya memiliki manfaat yang sama. Temuan-temuan ini dilaporkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Antibakteri

Para ahli dari Universitas Jagiellonian, Polandia, menemukan, ekstrak jeruk bali mengandung antibakteri dan antioksidan yang bisa "menenangkan" sistem getah perut untuk membantu proses penyembuhan. Dr. Thomas Brzozowski, ketua penelitian, menyarankan agar para penderita tukak lambung memasukkan jeruk ke dalam diet mereka meski secara alamiah mengandung asam.

Selama ini penderita luka lambung diminta tidak memasukkan jeruk ke dalam diet mereka, tetapi penelitian ini justru menyarankan sebaliknya. Ekstraknya diyakini bisa mengurangi kadar enzim COX-1 dan COX-2 yang ada dalam obat-obatan.
Kondisi ini memainkan peran utama dalam upaya penyembuhan lambung. Para peneliti yakin ekstrak jeruk bali mampu menyatu dengan kedua enzim itu dalam proses penyembuhah lambung.

Tak hanya bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan lambung, jeruk bali juga baik untuk kesehatan gusi karena kadar vitamin C-nya tinggi. Hal ini diungkapkan Peneliti di Universitas Friedrich Schiller, Jerman, yang menemukan kaitan kesehatan gusi pada mereka yang banyak mengonsumsi jeruk bali.

Penelitian melibatkan 58 responden yang mengalami kerusakan gusi yang cukup parah. Kenyataannya, jeruk bali membawa dampak positif setelah dikonsumsi setiap hari selama sekitar dua minggu. Bahkan, dampak positif itu juga berlaku bagi perokok maupun bukan perokok. Seperti diketahui merokok adalah salah satu penyebab utama kerusakan gusi..

Manfaat lain jeruk bali, yakni membersihkan sel darah merah yang telah tua didalam tubuh dan menormalkan hematokrit (persentase sel darah per volume darah). Sekaligus sebagai sumber antioksidan penangkal kanker.

Jus Paling Favorit

Selain dikonsumsi segar, jeruk bali sering diolah dalam bentuk jus. Saat membuat jus, Anda dapat mencampur jeruk bali dengan bahan atau buah lainnya, sehingga rasanya jadi lebih nikmat.

Berikut contoh meramu jeruk bali yang baik untuk kesehatan:

Sumber vitamin C dan penurun kolesterol
Konsumsi dua "siung" (helai dalam buah) jeruk bali ukuran sedang setiap hari untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Minuman antioksidan dan antikanker
Ambil satu buah jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya. Masukkan ke dalam blender, tambahkan air secukupnya. Dapat juga ditambahkan satu sedok madu dan buah lainnya seperti mangga atau pir.
Cara lain, ambil satu buah jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya, dan 1 cm jahe kupas. Masukkan seluruh bahan tersebut ke blender dengan ditambah sedikit air.

Manisan
Potong-potong daging kulit jeruk bali (kulit luarnya dibuang) berbentuk juring, rebus dengan api kecil selama 60 menit. Buang air rebusannya, tiriskan, lalu timbang. Siapkan gula pasir sama beratnya dengan berat kulit jeruk yang telah direbus.
Taruh kulit jeruk rebus dalam panci, bubuhi air hingga terendam seluruhnya, tambahkan gula pasir. Rebus di atas api kecil sambil sesekali diaduk sampai menjadi sirop pekat. Angkat, biarkan kulit jeruk tetap terendam dalam sirop semalaman.
Esoknya, masak lagi di atas api kecil hingga sirop gula hampir habis. Keluarkan kulit jeruk dari sirop, hamparkan di atas nyiru, jemur hingga setengah kering. Potong-potong kecil panjang, masukkan ke dalam wadah tertutup. Agar tahan lama (1 bulan), simpan dalam lemari es.

Selain disantap sebagai kudapan, manisan kulit, jeruk bali bisa dicampurkan ke dalam adonan cake, terutama untuk menggantikan manisan sukade atau kulit jeruk parut. Manisan kulit jeruk yang dicampur manisan kering buah-buahan akan memperkaya cita rasa fruitcake.

Campuran salad buah
Siapkan 200 gram pepaya, 200 gram apel, 200 gram nanas, 200 gram melon (semuanya dipotong dadu), dan jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas, dibuang isinya, dan dipotong-potong sesuai selera. Tambahkan stroberi dan kiwi untuk hiasan.
Siapkan juga bahan dressing, campuran alpukat yang telah diblender halus dengan mayones. Tambahkan empat sendok madu, kocok dengan mikser sampai rata, beri air secukupnya, lalu aduk rata. Bahan buah segar diatur dalam mangkuk atau piring, kemudian disiram dengan dressing.

Kandungan Jeruk Bali

Likopen
Kandungan likopen pada jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging buah. Jika bersinergi dengan betakaroten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, likopen bisa berperan sebagai antioksidan.

Pektin
Jeruk bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya setelah dijus. Satu porsi jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9 persen pektin. Setiap 15 gram pektin dapat menurunkan 10 persen tingkat kolesterol. Berarti jeruk bali dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Zat aktif pembersih darah
Jeruk bali dipercaya mengandung zat aktif yang dapat membersihkan sel darah merah yang telah tua di dalam tubuh dan menormalkan hematokrit, yaitu persentase sel darah per volume darah. Tingkat hematokrit normal pada wanita adalah 37-47 persen, sedangkan laki-laki 40-54 persen. Rendahnya hematokrit akan menyebabkan anemia, tetapi jika sangat tinggi dapat memicu penyakit jantung karena darah jadi mengental.

Kalium
Jeruk bali (gravefruit) merupakan sumber kalium, vitamin A (440 IU), bioflavonoid, dan likopen (350 ug/100g). Hasil penelitian, jeruk bali termasuk antikanker yang sekaligus menyehatkan prostat.

Vitamin C
Seperti jeruk lain, jeruk bali adalah sumber vitamin C (350 mikrogram per 100 gram daging jeruk). Vitamin C sangat baik sebagai sumber antioksidan.

Perokok dianjurkan untuk mengosumsi jeruk bali dua "siung" (helai dalam buah) setiap hari. Peningkatan kadar vitamin C di dalam darah mampu memperbaiki jaringan yang rusak, bahkan kanker, akibat tidak stabilnya molekul radikal bebas karena rokok dan polusi udara.
By: DechaCare.com

VIVAnews - Apakah tanda-tanda penuaan diri mulai menghantui Anda? Tidak perlu repot melakukan perawatan mahal untuk mendapatkan kulit kencang dan awet muda. Cobalah diet dengan konsumsi jeruk bali dua kali sehari.

Seperti dikutip dari laman Shine, jeruk Bali tidak hanya mengandung vitamin C yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh, tetapi juga anti-aging handal.

Jeruk Bali mengandung banyak spedermine, zat yang juga banyak terkandung dalam sperma manusia. Zat ini sangat membantu tumbuhnya sel-sel baru dan pendewasaan sel.

Pada 2009, peneliti asal Austria menemukan adanya peningkatan masa sel dan perlambatan penuaan sel saat melakukan percobaan dengan menyuntikkan spedermine pada tikus.

Pada manusia, spedermine juga terbukti memperlambat penuaan sel imun dengan mendorong autophagy, proses yang membantu sel untuk regenerasi.

Selain itu, warna pink pada buah jeruk bali mengindikasikan adanya lycopene, salah satu antioksidan yang membantu melawan penuaan sel akibat radikal bebas. Zat ini juga membantu menurunkan risiko kanker prostat, kanker usus besar, dan kanker paru-paru.

Kandungan seratnya yang mudah larut membuat jeruk bali juga bersahabat dengan pencernaan. Bahkan, efektif meluruhkan kolesterol, dan mencegah kolesterol masuk ke sistem peredaran darah. Ini tentu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit pada sistem kardiovaskular.

Untuk memaksimalkan asupan nutrisi Jeruk bali, Anda dapat memakan kulitnya. Caranya, parut kulit jeruk bali dan masukan bersama saus salad buah. Kulit jeruk bali kaya akan vitamin C. Namun pastikan sebelum diparut, jeruk Bali sudah dicuci bersih.

Tapi ingat, ada sejumlah pantangan saat mengonsumsi buah ini. Jangan pernah memakannya bersamaan dengan obat. Salah satu zat yang berada dalam jeruk bali akan mengikat enzim alami yang ada di dalam usus sehingga mengurangi penyerapan beberapa jenis obat pada tubuh seperti obat antidepresi, dan obat penghambat kalsium. (adi)

KOMPAS.com — Jeruk bali bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan pektinnya lebih banyak dibandingkan dengan jeruk jenis lain. Pektin inilah yang dipercaya mampu menurunkan kolesterol sekaligus mengurangi risiko sakit jantung.
Hampir semua orang kenal jeruk bali. Rasa dan bentuknya khas. Kulitnya sering dimanfaatkan anak-anak di pedesaan sebagai bahan baku mobil-mobilan. Daging buahnya yang segar dan banyak mengandung air bisa langsung dimakan setelah dikupas atau sebagai campuran salad maupun rujak.
Buahnya yang berwarna putih dapat dijadikan manisan setelah dibuang bagian kulit luarnya yang banyak mengandung kelenjar minyak. Di Vietnam, bunganya yang harum digunakan untuk membuat parfum. Bukan hanya itu, kayunya juga sering dimanfaatkan untuk gagang perkakas alat dapur.
Jeruk bali bermanfaat menurunkan kolesterol dan melawan penyakit jantung. Kenyataan tersebut pernah diungkapkan peneliti asal Israel dalam berbagai situs kesehatan dunia.
Penelitian tersebut melibatkan 57 orang dengan kadar kolesterol tinggi dan baru menjalani operasi bypass pembuluh darah koroner. Kandungan lemak yang sangat tinggi menyebabkan tubuh pasien kebal terhadap obat-obatan yang biasa dipakai untuk menurunkan kadar kolesterol.
Pasien-pasien tersebut kemudian dibedakan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama diberi hidangan jeruk bali dengan daging buah berwarna merah selama 30 hari berturut-turut. Kelompok kedua diberi jeruk bali warna putih. Kelompok terakhir tidak diberi jeruk bali sama sekali.
Hasilnya, pasien kelompok pertama dan kedua sama-sama mengalami penurunan lemak darah, sedangkan pasien di kelompok terakhir tidak mengalami perubahan apa pun. Diketahui pula bahwa jeruk bali merah diyakini lebih efektif menurunkan kadar lemak, khususnya trigliserida.
Kandungan likopen jeruk bali berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut para peneliti, daging buah segar maupun jusnya memiliki manfaat yang sama. Temuan-temuan ini dilaporkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.
Antibakteri
Para ahli dari Universitas Jagiellonian Polandia menemukan, ekstrak jeruk bali mengandung antibakteri dan antioksidan yang bisa "menenangkan" sistem getah perut untuk membantu proses penyembuhan. Dr Thomas Brzozowski, ketua penelitian, menyarankan agar para penderita tukak lambung memasukkan jeruk ke dalam diet mereka, meski secara alamiah mengandung asam.
Selama ini, penderita luka lambung diminta tidak memasukkan jeruk ke dalam diet mereka, tetapi penelitian ini justru menyarankan sebaliknya. Ekstraknya diyakini bisa mengurangi kadar enzim COX-1 dan COX-2 yang ada dalam obat-obatan. Kondisi ini memainkan peran utama dalam upaya penyembuhan lambung. Para peneliti yakin ekstrak jeruk bali mampu menyatu dengan kedua enzim itu dalam proses penyembuhan lambung.
Tak hanya bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan lambung, jeruk bali juga baik untuk kesehatan gusi karena kadar vitamin C-nya tinggi. Hal ini diungkapkan peneliti di Universitas Friedrich Schiller, Jerman, yang menemukan kaitan kesehatan gusi pada mereka yang banyak mengonsumsi jeruk bali.
Penelitian melibatkan 58 responden yang mengalami kerusakan gusi yang cukup parah. Kenyataannya, jeruk bali membawa dampak positif setelah dikonsumsi setiap hari selama sekitar dua minggu. Bahkan, dampak positif itu juga berlaku bagi perokok maupun bukan perokok. Seperti diketahui, merokok adalah salah satu penyebab utama kerusakan gusi.
Manfaat lain jeruk bali ialah membersihkan sel darah merah yang telah tua di dalam tubuh dan menormalkan hematokrit (persentase sel darah per volume darah), sekaligus sebagai sumber antioksidan penangkal kanker.
Kandungan jeruk bali
- Likopen
Kandungan likopen pada jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging buah. Jika bersinergi dengan betakaroten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, likopen bisa berperan sebagai antioksidan.
- Pektin
Jeruk bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya setelah dijus. Satu porsi jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9 persen pektin. Setiap 15 gram pektin dapat menurunkan 10 persen tingkat kolesterol. Berarti jeruk bali dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
- Zat aktif pembersih darah
Jeruk bali dipercaya mengandung zat aktif yang dapat membersihkan sel darah merah yang telah tua di dalam tubuh dan menormalkan tingkat hematokrit, yaitu persentase sel darah per volume darah. Tingkat hematokrit normal pada wanita adalah 37-47 persen, sedangkan laki-laki 40-54 persen. Rendahnya hematokrit akan menyebabkan anemia, tetapi jika sangat tinggi dapat memicu penyakit jantung karena darah jadi mengental.
- Kalium
Jeruk bali (gravefruit) merupakan sumber kalium, vitamin A (440 IU), bioflavonoid, dan likopen (350 ug/100g). Hasil penelitian, jeruk bali termasuk antikanker yang sekaligus menyehatkan prostat.
- Vitamin C
Seperti jeruk lain, jeruk bali adalah sumber vitamin C (350 mikrogram per 100 gram daging jeruk). Vitamin C sangat baik sebagai sumber antioksidan. Perokok dianjurkan untuk mengonsumsi jeruk bali dua "siung" (helai dalam buah) setiap hari. Peningkatan kadar vitamin C di dalam darah mampu memperbaiki jaringan yang rusak, bahkan kanker, akibat tidak stabilnya molekul radikal bebas karena rokok dan polusi udara. @ Lalang Ken Handita
Sumber :
Tabloid Gaya Hidup Sehat